Idul Adha, Nilai Kemanusiaan Dan Restrukturisasi Ekonomi Umat

  • Whatsapp
banner 468x60

DISETIAP tahun bagi umat islam pasti merayakan momentum hari besar Islam yang memiliki sejarah panjang tentang peradabannya (Islam) dan mengandung ajaran nilai ketaqwaan, kemanusiaan dan perjuangan, salah satunya peringatan Idul Adha pada setiap tanggal 10 Dzulhijjah juga dikenal dengan sebuatan “Hari Raya Haji”, dimana kaum muslimin yang sedang menunaikan haji yang utama, yaitu wukuf di Arafah.

Mereka semua memakai pakaian serba putih dan tidak berjahit, yang di sebut pakaian ihram, melambangkan persamaan akidah dan pandangan hidup, mempunyai tatanan nilai yaitu nilai persamaan dalam segala segi bidang kehidupan. Tidak dapat dibedakan antara mereka, semuanya merasa sederajat. Sama-sama mendekatkan diri kepada Allah Yang Maha Esa, sambil bersama-sama membaca kalimat talbiyah.

Muat Lebih

Selain Idul Adha dinamakan hari Raya Haji, juga dinamakan “Idul Qurban”, sebagai peristiwa penyembelihan putra Nabi Ibrahim yaitu Ismail untuk menjalankan perintah Allah S.W.T sebagai pertanda ketaatan dan kesabaran keluarga Nabi Ibrahim. Namun atas izin Allah S.W.T penyebelihan putra Nabi Ibrahim tidak terjadi melainkan digantikan dengan seekor domba jantan. Mulai saat itulah, setiap tahunnya umat muslim di seluruh dunia diperintahkan untuk menyembelih Qurban oleh Allah SWT. Qurban tersebut dapat berupa domba, sapi, kerbau, ataupun unta. Serta waktu penyembelihannya dilakukan pada setiap tanggal 10 Dzulhijjah.

Karena keikhlasan serta pengorbanan yang dilakukan oleh nabi Ibrahim AS yang rela melakukan perintah Allah untuk menyembelih Ismail maka Nabi Ibrahim berhasil meraih predikat Khaliullah (Kekasih Allah). Semua pengorban yang dilakukan Nabi Ibrahim tersebut hanya demi mencapai kecintannya kepada Allah S.W.T. Ajaran kesabaran dan ketaqwaan yang diajarkan oleh keluarga Nabi Ibrahim AS patut dicontoh dan diamalkan untuk meningkatkan keimanan dan katqwaan kita kepada Allah S.W.T dengan melihat berbagai ujian yang akan dilalui oleh seluruh umat manusia.

Ajaran-ajaran dan sejarah dari Nabi Ibrahim dan keluarganya menjadi warisan peradaban Islam dan salah satunya diabadikan menjadi momentum rangkaian sakral Ibadah haji dan penyembelihan hewan qurban sebagai peringkatan tanda keikhlasan dan ketaatan atas perintah Allah SWT oleh kaum Muslimin dan Muslimah sampai saat ini.
Pada peringatan Idul Adha tahun 1441 H – 2020 M mari jadikan sebagai momentum peningkatan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT dan menauladani kisah kehidupan Nabi Ibrahim A.S dan Keluarganya dengan merefleksikan dewasa ini untuk meningkatan solidaritas antar sesama meleburkan status sosial demi keberlangsungan hidup bermasyarakat mengingat kita masih dihadapkan wabah penyakit yang mematikan yaitu covid19 yang melululantahkan sendi-sendi kehidupan masyarakat terutama aspek ekonomi.

Dengan adanya peraturan dari Pemerintah untuk pelarangan aktivitas masyarakat diberbagai daerah yang terxonasi sebagai penyearan covid19 beberapa bulan kebelakang dan saat ini masih berlangsung ke adaptasi kebiasaan baru berdampak pada aspek ekonomi. Banyaknya aktivitas perekonomian yang berhenti sementra bahkan berhenti total. Banyak pengurrangan karyawan atau pemutusan kontrak kerja.

Tentu hal ini menjadi tantangan negara kita untuk bisa restrukturisasi ekonomi ditengah keberlangsungan hajat organg banyak. Menata ulang kebijakan-kebijakan pemerintah terhadap roda perekonomian untuk bisa menstabilisasi kembali agar setiap lembaga swasta dan individu-individu masyarakat bisa kembali normal dalam aspek roda perekonomian.

Pemerintah harus fokus menangani stabilasi perekonomian masyarakat khusunya UMKM atau usaha menengah kebawah yang terdampak covid19 peran dan fungsi pemerintah sangat amat dibutuhkn bagi mereka untuk menormalkan kembali pendapatan dan aktivitas perekonomiannya dengan berbagai program restukturalisasi ekonomi melalui kebijakan pemerintah. Keberlangsungan solidaritas untuk kemanusiaan dan bergerak bersama menjalankan trias pemerintah (Pemerintah, Swasta dan Masyarakat) demi pemulihan perekonomian umat ditengah pademi covid19.

Disisi lain, tiap pelaksanaan ibadah kurban dengan penyembelihan hewan kurban khusunya di era pandemi covid19 baik secara langsung maupun tidak langsung memiliki dampak positif terhadap perputaran roda perekonomian umat. Terjadinya pemutaran uang dan pelibatan peternak dan pekerja semasa penjualan hewan qurban. Kebutuhan hewan kurban yang cukup besar tersebut tentunya harus didukung dengan penyediaan hewan kurban oleh peternak. Peluang inilah yang saat ini telah mulai digarap oleh peternak secara mandiri maupun yang diinisiasi oleh beberapa lembaga zakat di Indonesia.

Lembaga-lembaga zakat berupaya melaksanakan program yang bermuara pada satu rantai lingkaran distribusi hewan kurban. Pelaksanaan program tersebut diupayakan dapat mendorong sisi fundraising maupun sisi penyalurannya dana ZIS (Zakat, Infaq, Sodaqah)-nya dalam satu program sekaligus. Di sisi fundraising lembaga zakat menerima donasi dan penyaluran hewan kurban dari para pekurban. Sedangkan di sisi penyaluran dana ZIS, lembaga zakat melaksanakan program penyaluran ZIS produktif.

Melalui program penyaluran ZIS produktif, lembaga zakat berupaya melakukan pemberdayaan mustahik. Salah satunya dengan mendorong dan melakukan pembinaan serta pendampingan bagi mustahik untuk memelihara hewan ternak yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban. Di satu sisi lembaga zakat dapat melaksanakan program penyaluran dana ZIS-nya melalui pemberdayaan mustahik. Dan disisi lainnya, lembaga zakat akan memiliki stok kebutuhan hewan kurban, yang diperlukan pada saat pelaksanaan ibadah kurban yang dipercayakan oleh pekurban kepadanya.

Dengan pola seperti ini, ibadah kurban selain memiliki dimensi peningkatan ketakwaan secara individual bagi seorang muslim, menunjukkan kepedulian sosial terhadap sesama manusia dan juga tentunya akan memiliki dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan umat. Dengan pengelolaan yang baik atas rantai distribusi kebutuhan hewan kurban diharapkan akan mampu menjadi salah satu roda penggerak kegiatan ekonomi masyarakat. Yang pada akhirnya bersama-sama dengan instrumen ekonomi Islam yang lain akan membentuk kemandirian ekonomi umat Islam khususnya dan perekonomian negara pada umumnya.

Terakhir, harapan bersama agar pandemi covid19 agar bisa berlalu dan pemulihan ekonomi umat dengan berbagai stretegi pemerintah dalm menanggulanginya bisa berbuah postif bagi perekonomian umat.
Selamat memperingati Idul Adha 1441 H dan selamat berqurban. Semoga bagi yang melaksanakan ibadah haji (terbatas) menjadi haji yang mabrur dan bagi yang menjalankan ibadah qurban diterima Allah SWT. Mudah-mudahan saudara sebangsa dan seiman yang belum berkesempatan ibadah haji dan berqurban semoga Allah SWT ridhoi ditahun-tahun selanjutnya. Amiiin.

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus”. (Q.S Al-Kautsar 1-3).

Bekasi, 31 Juli 2020
Penulis: AHMAD MUSTOPA KAMAL
(Ketua Umum HMI Cabang Bekasi –
Candidat Magister Ilmu Politik UNPAD)

(YD)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan