Hj. Evi Mafriningsianti: Penetapan Zona Merah Atau Hijau Harus Berdasarkan Data

  • Whatsapp
banner 468x60

MEDIA LINGKAR INDONESIA – Pernyataan Wali Kota Bekasi yang menetapkan 29 Kelurahan di Kota Bekasi masuk zona hijau dan diperbolehkan menggelar sholat Idul Fitri dinilai tidak sesuai data menetapkan zona hijau dan zona merah.

Data yang dihimpun dari website corona.kotabekasi.go.id yang dikeluarkan Pemkot Bekasi menunjukan Bekasi Selatan sebagai zona merah tertinggi se Kota Bekasi dengan jumlab positif covid 19 terkonfirmasi 39 orang per hari Senin tanggal (18/5/2020).

Bacaan Lainnya

banner 300250

Dan Kelurahan tertinggi diwilayah tersebut Kelurahan Kayuringin Jaya sebanyak 17 orang dan diurutan kedua kelurahan Pekaton Jaya sebanyak 12 orang.

Namun anehnya Wali Kota Bekasi menetapkan Kayuringin Jaya dan Pekayon Jaya sebagai wilayah zona hijau.

Begitupun dengan Kelurahan Teluk Pucung Kecamatan Bekasi Utara disebut sebagai zona hijau dan diperbolehkan menggelar sholat Ied. Namun data menunjukan di kelurahan Teluk Pucung ada 6 orang terdata positif Covid-19.

Hal tersebut dikomentari Sekretaris Komisi 4 DPRD Kota Bekasi, Hj. Evi Mafriningsianti bahwa Wali Kota Bekasi dalam penetapan wilayah yang aman untuk shalat Ied secara terbuka berdasar zona dan sesuai dengan data yang terkonfirmasi.

“Penetapan zona merah atau hijau harus berdasar data. Seperti contohnya Kayuringin Jaya kan terkonfirmasi positip 17 orang tapi di masukan zona hijau sebagai wilayah untuk menyelenggarakan shalat Ied. Padahal seharusnya masuk zona merah,” ujar Anggota Fraksi PAN itu, Senin (18/5/2020) malam.

Sementara itu, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi hingga berita ini diturunkan belum merespon saat dikonfirmasi.

(Yudhi)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan