Guna Menyelidiki Anggaran Mamin Senilai Rp 3,2 M, Aktivis Pemuda dan Mahasiswa Desak KPK Turun Gunung Ke DPRD Kota Bekasi

  • Whatsapp

LINGKAR INDONESIA – Terkait proses lelang proyek makan minum (Mamin) di DPRD Kota Bekasi tahun 2021 senilai Rp 3,2 miliar dimana isu yang beredar sudah ada calon pemenang akan dikondisikan ikut ditanggapi oleh Aktifis Mahasiswa dan Pemuda (Mahamuda) Bekasi, Hasan Basri.

Menurut Hasan Basri, Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Bekasi jangan coba-coba bermain-main terkait proyek-proyek yang ada di gedung DPRD Kota Bekasi.

Bacaan Lainnya

“Iya saya paham kalau mengharapkan controling dari anggota DPRD Kota Bekasi terhadap proyek-proyek di gedung wakil rakyat itu sangat tidak mungkin. Dewan ‘kesulitan’ nampaknya kritis di rumah nya sendiri. Maka fungsi kontrol nya hanya mengandalkan teman-teman media dan aktifis mahasiswa,”ungkap Hasan kepada awak media, Sabtu (6/2/2021).

Dirinya mendesak agar Komisi Pemberabtasa Korupsi (KPK) untuk ikut menyelidiki proyek-proyek yang ada di DPRD Kota Bekasi. Pasalnya , kata dia, diduga banyak proyek yang juga diduga bernuansa korupsi, kolusi.

“Sebut saja, proyek manajemen building, proyek pengadaan termasuk pakaian anggota dewan yang juga dikeluhkan dewan sendiri kualitasnya jelek,” beber Hasan.

Hasan juga menilai wajar jika publik menduga ada keterlibatan Sekwan dalam penetapan proyek-proyek di DPRD Kota Bekasi baik yang besar maupun yang kecil atau proyek PL (penunjukan langsung.

“Kalau media diam justru makin merajalela dan controling jadi lemah. Saya juga mendesak pimpinan dan semua anggota DPRD Kota Bekasi berani investigasi dan lakukan fungsi controling di rumah nya sendiri,” harapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya Sekwan DPRD Kota Bekasi M Ridwan membantah dirinya ikut mengkondisikan pemenang lelang proyek makan minum senilai Rp 3,2 miliar.

“Siapapun/perusahaan manapun boleh Bang. Itu sudah ada di ranah ULP.
Insyaa Allah Abangkooh
Sama sama saling jaga,” ujarnya.

Ketika ditanya jadwal proses tahapan lelang proyek tersebut. Ridwan meminta konfirmasi ke ULP.

“Ke ULP Bang. Sy gak dapat jadwal dari ULP,”ucapnya ngeles.

Sementara saat dicek di web LPSE tertulis aploud dokumen penawaran tgl 3 Februari sampai tgl 8 Februari jam 10.00 dan akan diumumkan pada tanggal 10 Februari 2021.(YD)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan