Gara-gara Arak-arakan Pilkada, Bupati Karawang Ditegur Mendagri

  • Whatsapp
banner 468x60

LINGKAR INDONESIA – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegur secara tertulis Bupati Karawang dr Cellica Nurrachadiana gara-gara menggelar arak-arakan yang menimbulkan kerumunan massa saat melakukan pendaftaran calon Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020.

Mendagri dalam rilisnya terkait teguran tertulis itu, di Jakarta, Sabtu (5/9/2020) menyatakan, hal tersebut bertentangan dengan upaya pemerintah dalam menanggulangi serta memutus mata rantai penularan wabah ‘Coronavirus Disease 2019’ (COVID-19).

Bacaan Lainnya

banner 300250

Mendagri menjelaskan ketentuan Pasal 67 ayat (1) huruf b, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah menegaskan kewajiban kepala daerah dan wakil kepala daerah meliputi di antaranya menaati seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan.

Bila dikaitkan dengan aturan lain, tentu hal tersebut berhubungan dengan ketentuan Pasal 4 ayat (1) huruf c Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang pembatasan sosial berskala besar percepatan penanganan COVID-19.

“Pembatasan sosial berskala besar paling sedikit meliputi antara lain pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum,” tuturnya.

Mengingat di tengah pandemik Covid-19, Mendagri menyatakan, pelaksanaan tahapan Pilkada Serentak 2020 harus berpedoman pada Peraturan Komisi Pemilihan Umum yang mengatur tentang pelaksanaan pilkada dalam kondisi bencana nonalam Covid -19.

Mendagri juga menyampaikan, saat ini telah ditetapkan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan untuk mengoptimalkan upaya pencegahan.

“Bahwa dalam rangka menjamin kepastian hukum, memperkuat upaya dan meningkatkan efektivitas pencegahan dan pengendalian COVID-19 di seluruh Indonesia,” ucap Mendagri.

Karena itu, Mendagri meminta Gubernur Jawa Barat sebagai Wakil Pemerintah Pusat untuk memberikan sanksi teguran tertulis kepada Cellica Nurrachadiana selaku Bupati Karawang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. “Melaporkan hasilnya kepada Menteri Dalam Negeri pada kesempatan pertama,” ujarnya.

Sekedar diketahui, dr. Cellica Nurrachadiana wanita kelahiran Bandung, 18 Juli 1980 silam adalah Bupati Karawang untuk masa bakti 2015-2020. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Bupati Karawang untuk masa bakti 2010-2015. Ia dinobatkan sebagai Wakil Bupati termuda se-Indonesia saat itu.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan