Dugaan Perampokan APBD Kota Bekasi Tahun Anggaran 2017 Kembali Diselidiki Pihak Kejagung

  • Whatsapp
banner 468x60

MEDIA LINGKAR INDONESIA – Dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan APBD Kota Bekasi Tahun 2017 yang tengah diselidiki Kejaksaan Agung RI kembali bergulir pasca diperiksanya empat pejabat Pemkot Bekasi di gedung Bundar. Mantan Kepala Bappeda pun bakal diperiksa Minggu ini dan diminta untuk turut ungkap dalang perampokan tersebut.

Jeni Basauli, Ketua Pusat Studi Hukum dan Advokasi Bhagasasi (PSHAB) mengungkapkan bahwa sebagaimana sumber kami di Gedung Bundar bahwa pemeriksaan akan dilanjutkan pasca lebaran, untuk menindaklanjuti penyelidikan penggangsiran uang APBD tahun 2017, dan berdasarkan informasi yang dihimpun mantan Kepala Bappeda Kota Bekasi saat itu akan diperiksa dalam pekan pertama bulan Juni 2020.

Bacaan Lainnya

banner 300250

“Jika Kejaksaan Agung (Kejagung) menyelidiki ada penggangsiran Uang APBD Tahun Anggaran 2017, saya berharap Kepala Bapeda-nya membuka tabir konspirasi pencurian uang rakyat itu dan saya berharap yang diperiksa nanti oleh Tim Penyidik pada Direktorat Penyidikan Tindak Pidana Khusus untuk turut membantu Kejaksaan Agung dan membuka tabir dimana saja perampokan tersebut dilakukan,” tegas Jeni Basauli ketika dimintai tanggapannya mengenai adanya pemanggilan kembali para pejabat dan mantan pejabag Kota Bekasi oleh Pihak Kejagung kepada medialingkar.com, Senin (1/6/2020).

Penggangsiran uang rakyat, menurut Jeni bahwa dilakukan secara sistemik. “Jika dilakukan secara sistemik, artinya Kejaksaan Agung harus mampu membongkar siapa aktor intelektual dibalik penggangsiran uang rakyat di Kota Bekasi,” paparnya.

Jeni pun menyampaikan harapannya kepada Kejaksaan Agung untuk mampu membongkar kasus perampokan dana APBD tahun 2017 itu, mengingat berbagai persoalan di Kota Bekasi selama ini selalu masuk dalam keranjang sampah.

“Kami berharap, Kejaksaan Agung memberikan harapan kepada warga Kota Bekasi. Dan berharap aktor intelektual diungkap, dan jangan sampai kasus ini masuk dalam peti es,” tegasnya.

Selain itu, Jeni juga manegaskan bahwa dalam rangka pemberantasan korupsi di Kota Bekasi, lembaga-nya siap membantu Kejaksaan Agung.

“Kami siap membantu Kejakaan Agung, agar penggangsiran uang rakyat di Kota Bekasi tidak terulang lagi,” imbuhnya.

(Yudhi)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan