DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur Gotong Royong Hadapi Covid-19

  • Whatsapp
banner 468x60

MEDIA LINGKAR INDONESIA- Jakarta, Covid-19 merupakan pandemi yang sudah merebak seluruh dunia, termasuk Indonesia, secara khusus DKI Jakarta yang sudah cukup mengkhawatirkan.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Jakarta Timur, Dwi Rio Sambodo, menyatakan berdasarkan data BNPB per tanggal 27 Maret 2020, di Jakarta Timur ada sebanyak 71 warga yg positif Covid-19, yang tersebar di 10 Kecamatan se Jakarta Timur.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Karena penyebaran Covid-19 terus meningkat dan terdeteksi secara acak, maka DPC PDI Perjuangan Kota Jakarta Timur mengambil sejumlah langkah. Diantaranya, terlibat aktif dalam upaya pencegahan penyebaran wabah Covid-19 melalui kerja-kerja nyata di seluruh Jakarta Timur, sesuai arahan dan Instruksi DPP PDI Perjuangan.

“Kami juga mengadakan kegiatan Bakti Sosial dengan tema #GotongRoyongHadapiCovid-19 melalui penyemprotan cairan disinfektan, edukasi pencegahan Covid-19, dan distribusi brosur/leaflet Cegah Covid-19,” ujar Dwi Rio Sambodo, di Jakarta, Minggu (29/3/2020).

Ia menjelaskan, menindaklanjuti aksi sosial kader PDI Perjuangan yg sudah berjalan secara lokalitas, maka DPC PDIP Jakarta Timur mengadakan kegiatan #GotongRoyongHadapiCovid-19 di Jakarta Timur.

“Kegiatan tersebut dilakukan secara serentak pada minggu, 29 Maret 2020 di 10 Kecamatan se Jakarta Timur, dan akan dilanjutkan di hari-hari berikutnya sesuai kondisi dan perkembangan wabah Covid-19,” katanya.

Menurutnya, PDI Perjuangan ikut mengajak seluruh warga untuk terlibat aktif dan bergotong royong mencegah penyebaran Virus Corona atau Covid-19, dimulai dari menjaga jarak dan membatasi diri dalam interaksi sosial (Social distancing).

“Masyarakat juga harus membiasakan mencuci tangan dengan sabun, berjemur di pagi hari, konsumsi makanan-makanan bergizi, maupun langkah-langkah pencegahan lainnya seperti penyemprotan cairan disinfektan atau edukasi kesehatan,” ungkapnya.

Sementara, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur, Eko Witjaksono, menyatakan prihatin dengan kinerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang berdampak pada tidak padu dan konkretnya penanggulangan bencana wabah Covid-19. Serta tidak adanya alokasi darurat anggaran program penanggulangan secara terstruktur, sistematis dan masif dalam komando kerja Pemprov DKI Jakarta.

“Contoh aktualnya di lapangan adalah penyemprotan disinfektan masih terkesan full sporadis. Padahal Pemprov DKI bisa memfasilitasi sumber daya yang ada melalui potensi Walikota, Camat, Lurah, Dinas dan Suku Dinas,” pungkasnya. (RPSTD)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan