Dirut RSUD Kota Bekasi Didesak Evaluasi Pengurus Satuan Pengawas Internal

  • Whatsapp
Daeng
banner 468x60

LINGKAR INDONESIA – Desakan agar Direktur Utama RSUD Kota Bekasi, dr. Kusnanto Saidi untuk mengevaluasi keanggotaan Satuan Pengawas Internal (SPI) semakin deras.

Kali ini, Aktivis Pemuda Bekasi yang mengatasnamakan Pergerakan Pemuda dan Warga (PANDAWA) Bekasi, Daeng turut mendesak Dirut RSUD agar mencopot Anggota SPI yang tidak bisa menjaga Indepedensinya sehingga disinyalir dapat menjadi boomerang bagi Institusi Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) tersebut.

Bacaan Lainnya

banner 300250

“Mereka itu Satuan Pengawas, bukan satuan Pengamat. Digaji pakai uang rakyat. Amanah Permendagri Nomor 79 Tahun 2018 dan Perwal Nomor 133 Tahun 2019 cukup Jelas. Mereka harus menjaga independensinya agar tidak mempengaruhi Pelayanan dan Pendapatan bagi RSUD. Kalau ikut-ikutan soal konflik kepentingan suatu Parpol jelas sangat berbahaya bagi RSUD-nya,” tegas Daeng, Jum’at (18/9/2020).

Pria yang pernah menjabat sebagai Ketua BEM Kampus Adhy Niaga ini menjelaskan adanya klausul disalah satu Pasal bahwa salah satu syarat untuk menjadi Anggota SPI memiliki pengalaman kerja di Rumah Sakit minimal 1 Tahun.

“Dirut RSUD jangan asal membuat SK SPI, dicek apakah benar ada Anggota SPI yang tidak memiliki pengalaman kerja 1 tahun di Rumah Sakit? Minimal dibuktikan dengan Surat Paklaring. Kalau gak ada harus dipecat. Karena ini Aturan Mendagri dan Walikota” tuntutnya dengan nada tegas.(YD)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan