Dikabarkan Judicial Review KS-NIK Ditolak MA, RM. Purwadi: Kami Belum Menerima Salinannya

  • Whatsapp
banner 468x60

MEDIA LINGKAR INDONESIA – Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengajukan Judicial Review beberapa perundangan dan peraturan yang mengatur tentang Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ke Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung.

Pemerintah Kota Bekasi memberi mandat kepada Tim Advokasi Patriot Kota Bekasi dan atas dukungan masyarakat, termasuk tokoh agama, melakukan upaya hukum Judicial Review terhadap UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS dan UU Nomor 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) ke Mahkamah Agung.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Kemudian, Judicial Review juga ditujukan untuk Perpres 82 tahun 2018 dan Perpres 75 tentang Integrasi ke BPJS, Serta Permendagri 33/2019 dimana semua jaminan kesehatan daerah harus diintegrasikan ke BPJS. Namun, informasi yang didapat kalau Judicial Riview tersebut ditolak oleh Mahkamah Agung.

Saat dikonfirmasi terkait kabar penolakan Judicial Riview Kartu Sehat Bekasi Berbasis Nomor Induk Kependudukan (KS-NIK), RM. Purwadi, salah satu Tim Advokasi Patriot Kota Bekasi mengatakan kita selaku kuasa hukum belum menerima salinan putusan dari MA.

“Sehingga, kami belum bisa berkomentar tentang putusan tersebut, apakah itu ditolak atau diterima, kerena dalam putusan tersebut ada pertimbangan-pertimbangan hukumnya, baik itu ditolak maupun diterima oleh MA,” jawab RM. Purwadi kepada medialingkar.com, Rabu (3/6/2020).

Purwadi menambahkan, kewajiban MA mengirimkan putusan tersebut, jika belum kami terima artinya keputusan tersebut belum kami anggap.

“Harapan kami tetap, permohonan kami tersebut dikabulkan oleh MA. Karena ini kepentingan masyarakat luas dan menurut kajian kami Perpres tersebut bertentangan dengan UU nomor 24 tahun 2011 tentang BPJS dan UU nomor 40 tahun 2004,” pungkasnya.

Sayang, Diah, Kabag Hukum Pemerintah Kota Bekasi saat dikonfirmasi terkait apakah penolakan MA atas Judicial Riview KS-NIK sudah sampai ke Pemerintah Kota Bekasi, hingga berita ini diturunkan dirinya belum memberikan tanggapan apapun.

(Yudhi)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan