Dibalik Musda Ke-5 DPD Partai Golkar Kota Bekasi Tercium Keterlibatan ASN

  • Whatsapp
banner 468x60

MEDIA LINGKAR INDONESIA – Ternyata ada yang ganjil didalam prosesi perjalanan Musyarawah Daerah (Musda) ke lima Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Bekasi untuk periode 2020-2024. Sebab, terkuak keterlibatan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam hal ini Lurah dan Camat.

Adapun beberapa Pengurus Kecamatan (PK) yang kabarnya diintimidasi oleh Lurah dan Camat diantaranya Kecamatan Bantargebang, Pondok Melati, Mustikajaya, Rawalumbu, Jatisampurna, Medan Satria. Selain itu, Pengajian Al-Hidayah juga disebut-sebut ikut di interpensi oleh Lurah dan Camat.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Suci Suryadi, Ketua Pengurus Kecamatan (PK) Bantargebang DPD Partai Golkar Kota Bekasi mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat ini Partai Golkar Kota Bekasi akan melakukan Musyawarah Daerah terkait pelaksanaan pergantian Kepemimpinan yang memang sudah biasa di Partai.

“Kami dari Pimpinan Partai Golkar Tingkat Kecamatan, disini telah mempunyai pilihan sendiri telah memiliki Pimpinan sendiri untuk menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi. Namun, Ketua DPD Golkar, Bapak Rahmat Effendi ini memaksakan diri untuk mendukung Anaknya Ade Puspita Sari sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi,” terang Suci Suryadi kepada medialingkar.com, Kamis (23/7/2020).

Karena kami tidak mau mendukung, sambung Suci Suryadi, karena Ade Puspita Sari ini belum pernah ketemuan dengan kami untuk menyatakan Visi dan Misi untuk membangun Partai kedepan.

“Jujur kami sendiri tidak tau, Ade Puspita Sari ini apa Visi dan Misinya dan niatnya untuk membangun Partai. Mau dibawa kemana Partai Golkar ini kedepan? Namun kami disuguhkan, diwajibkan untuk menandatangani persetujuan, makanya kami menolak, tegasnya seraya bertanya.

Karena kami menolak, lanjut Suci Suryadi, Ketua DPD saat ini menggunakan atau melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN), dalam hal ini Lurah dan Camat untuk menginterpensi Ketua Golkar Tingkat Kelurahan untuk menandatangani Dukungan kepada Ade Puspita Sari dan juga membuat mosi tidak percaya kepada kami sebagai Ketua PK (Pengurus Kecamatan) dan Camat pun ikut andil dalam interpensi ini.

“Bahkan juga Ketua PL (Pengurus Kelurahan) dipanggil, salah satunya kekantor-kantor Kelurahan. Kecamatan yang merasa di intimidasi H. Nirman, Ketua Pengurus Kecamatan (PK) Kecamatan Pondok Melati. Nasim, Ketua Pengurus Kecamatan (PK) Kecamatan Mustikajaya. Rantisan, Ketua Pengurus Kecamatan (PK) Kecamatan Rawalumbu. H. Suryo Harjo, Ketua Pengurus Kecamatan (PK) Kecamatan Medan Satria. Mustopa, Ketua Pengurus Kecamatan (PK) Kecamatan Jatisampurna. Dan, saya sendiri. Bahkan, Pengajian Al-Hidayah yang dibentuk oleh Partai Golkar juga ikut di interpensi oleh Lurah dan Camat,” beber Suci Suryadi.

Jadi, kata Suci Suryadi, mereka (Oknum Lurah dan Camat – red) memanggil ada yang dirumah makan, kantor Kelurahan, bahkan untuk PL itu, selain untuk mendukung Ade Puspita menyatakan Mosi Tidak Percaya kepada kami selaku Ketua Pengurus Tingkat Kecamatan.

“Harapan kami, sebagai Ketua Partai Golkar yang saat ini masih menjabat yakni Bapak Rahmat Effendi, berikanlah kesempatan untuk yang lain. Jangan dipaksakan anaknya untuk memimpin Partai Golkar. Berikan kesempatan kepada kami-kami ini, para Ketua PK, para Ketua Organisasi yang ikut Andi mendirikan Partai diantaranya MKGR, Kosgoro dan SOKSI, untuk bisa berjuang di Partai, bisa mengabdi di Partai menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi. Kita juga memohon kepada Bapak Rahmat Effendi agar tidak menggangu cara-cara yang tidak beretika, apalagi menggunakan ASN yang jelas-jelas didalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang ASN itu melanggar, ini menjadi president buruk untuk Golkar Kota Bekasi. Ini harapan kami,” pungkas Suci Suryadi dengan nada tegas.

Sayang, Wahyudin, Camat Jatisampurna dan Asep, Camat Bantargebang, saat coba dikonfirmasi lewat telpon seluler, hingga berita ini dimuat mereka belum bisa dimintai keterangannya.(YD)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan