Dianggap Kebijakan Sepihak, Pegawai PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi Keluhkan Pemotongan THR

  • Whatsapp
banner 468x60

MEDIA LINGKAR INDONESIA – Para Pegawai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi Bekasi mengeluhkan adanya pemotongan Tunjangan Hari Raya (THR) yang mana mereka rasakan atas kebijakan sepihak.

YS, salah seorang pegawai PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi mengungkapkan rasa kekesalannya atas pemotongan THR yang dilakukan oleh pihak Perusahaan PDAM dimana kebijakan tersebut mereka anggap dari kebijakan yang sepihak.

Bacaan Lainnya

banner 300250

“Setelah tadi siang dan sore tadi kita para pegawai PDAM masing-masing dapat THR, ternyata yang kita terima tidak sesuai dengan yang kita harapkan, hitungannya seperempat gaji pokok, jelas kita rada keberatan,” terang YS kepada medialingkar.com, Rabu (13/5/2020).

Menurut kita, sambung YS, PDAM itu enggaklah terkena dampak virus Corona atau Pandemi Covid-19, jauhlah, karena para konsumen pada bayar semua kok, tidak ada yang kita berikan relaksasi tunggakan.

“Pemotongan yang kami alami di tahun 2020 sekitar satu seperempat persen (1/4%) dari gaji pokok bukan gaji bersih. Pemotongan THR yang dilakukan selain dasar penghitungannya tidak jelas, dasar hukumnya juga kami tidak tahu ditambah tidak ada konfirmasi ke kami para pegawai PDAM. Seharusnyakan minimal ada omonganlah ke kita-kita,” terang YS dengan nada kesal.

YS pun berharap agar semoga kedepannya management di PDAM Bhagasasi lebih terbuka, lebih transparansi walaupun perusahaan ada kendala setidaknya kami para pegawai tahulah agar kami juga dapat mengerti dan memahami.

Ditempat yang sama, TG, salah seorang pegawai PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi turut mengutarakan cobalah untuk di jaman yang sudah canggih saat ini, era 4.0 dimana keterbukaan informasi publik sudah berlaku dan ada dimana-mana, namun kenapa di management PDAM tidak ada transparansinya?

“Dana THR ini sampai ke pegawai kalau bisa ya kami dikasih tahu. Kenapa bisa terpotong? Dasar hukumnya apa? Seharusnya, setiap Anggaran yang dikeluarkan kan harus diperkuat oleh SK. Seperti sebelumnya terkait pemotongan 50 persen gaji pemangku jabatan untuk dampak Covid-19. Orang Pemda saja mengeluarkan penyertaan modal harus ada Peraturan Daerah (Perda), ini masa gak ada,” tegas TG seraya bertanya.

Bicara rasionalisasi Pendapatan Kesejahteraan Pegawai, sambung TG, menurut kami sangat layak untuk di PDAM ini, berbanding dengan 250 ribu SL.

“Ya kita bandingkan saja dengan saudara muda kita PDAM Tirta Patriot, mereka sanggup mengasih THR satu bulan setengah. Kenapa kita harus berbeda? Jumlah saja SL PDAM Tirta Patriot dengan Bhagasasi, jauh,” ungkapnya.

TG berharap kepada segenap Pimpinan PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi agar bisa punya sent off cruise ship’s bahwa pegawai-pegawai dibawah ini sudah banyak yang teriak, banyak yang menangis.

“Masa selama 3 tahun berturut-turut tidak ada kenaikan kesejahteraan Pegawai, yang ada malah hilang. Bukannya yang ada malah ditingkatkan ini yang ada malah dihilangin. Dengan 32 Tahun lebih PDAM ini berdiri ya agar lebih Bijaksana lagilah para Pimpinan. Masa sejak PDAM Bhagasasi berdiri grafiknya malah menurun. Apalagi untuk kepemimpinan Direksi yang sekarang ini sudah dua periode. Ya semoga kami para pegawai lebih diperhatikan lagi,” imbuh TG.

Tirta Bhagasasi (PDAM Bekasi) lama dikenal sebagai penyedia jasa air bersih bagi area industri, area bisnis maupun pemukiman penduduk di wilayah operasional Tirta Bhagasasi, meliputi Kabupaten Bekasi dan sebagian Kota Bekasi.

(Yudhi)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan