Desakan Evaluasi Kadinkes Dapat Dorongan Juga Dari DPRD Kota Bekasi

  • Whatsapp
banner 468x60

MEDIA LINGKAR INDONESIA – Desakan copot Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Pemerintah Kota Bekasi, Tanti Rohilawati semakin menguat dari sejumlah anggota DPRD Kota Bekasi.

Kali ini Ketua Komisi I DPRD Kota Bekasi, Abdul Rozak yang menyesalkan sejumlah infnromasi kasus dugaan suspect Corona lambat direspon oleh Kadinkes Kota Bekasi.

Bacaan Lainnya

banner 300250

“Kita sayangkan kalau Kadinkes belum memasukan daftar 2 warga Kota Bekasi korban Covid 19 yang meninggal dunia,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPC Demokrat Kota Bekasi, Minggu (22/3).

Melihat kinerja Kadinkes yang tidak kooperatif dalam berkomunikasi, Abdul Rozak juga meminta Wali Kota Bekasi untuk mengevaluasi jabatannya sebagai Kadinkes.

“Saya sepakat apa yang disampaikan Ketua Fraksi Demokrat agar Kadinkes perlu di evaluasi,” tegasnya.

Dia menyatakan, sebenarnya ingin memanggil Kadinkes ke Komisi I, namun karena itu merupakan kewenangan Komisi IV sebagai mitra kerjanya.

“Saya akan sampaikan soal kinerja Kadinkes di Rapat Pimpinan (Rapim) DPRD Kota Bekasi. Memang harus di panggil
Kalau mitra kerja Komisi I. Namun demikian Dinkes mitra kerja Komisi IV. Tapi di Rapim besok saya akan bahas,” tandasnya.

Terpisah, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Bekasi, Arwis Sembirin Meliala juga membenarkan sulitnya berkomunikasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati.

“Seharusnya bu Kadinkes membuka komunikasi yang baik dengan semua pihak baik dengan wartawan, anggota dewan dan lembaga lainnya agar terjadi saling memberi informasi,” ucapnya, Minggu

Apalagi, kata dia, saat seperti ini wabah pendemik Corona. Tentunya Kadis Kesehatan salah satu orang yang berkompeten untuk memberikan atau menerima informasi terkait penanganan Corona.

“Kalau memang sulit berkomunikasi, saya minta Wali Kota Bekasi mengevaluasi Kadinkes. Sya pikir itu langkah yang tepat,” saran Arwis.

Hasil pantauan dilapangan, sulitnya berkomunikasi dengan Kadinkes tidak hanya dialami oleh para Wakil Rakyat Kalimalang, tapi para awak media (Wartawan) juga kerap mengalami hal yang sama didalam mendapatkan informasi terkait Covid-19.

Sebelum, lewat aksi demo, puluhan pemuda dan mahasiswa yang mengatasnamakan Komunitas Bersama Rakyat Lawan Korupsi (KOBAR API) mendesak Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mencopot jabatan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati yang dinilai tidak mampu memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara maksimal dan dianggap gagal menjalankan tugasnya sebagai kepala OPD menangani pelayanan kesehatan masyarakat. (Yudhi)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan