Dari Geopark Ciletuh Hingga Banjir Di Karawang

  • Whatsapp
banner 468x60

Oleh: Ahmad Syaikhu (Anggota DPR RI)

Di DPR, ada agenda reguler yakni Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan mitra kerja di pemerintahan. Di Komisi V tempat saya bernaung, ada tiga kementerian dan dua lembaga yang menjadi rekan kerja.
Yakni Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDT). Sementara lembaganya yakni Badan SAR Nasional (Basarnas) dan Badan Klimatologi, Metereologi dan Geofisika (BMKG).

Bacaan Lainnya

banner 300250

Rabu, (2/8/2020) kemarin, saya mengikuti RDP dengan tiga kementerian di atas. Hadir para menteri dengan jajarannya. Dalam kesempatan itu, banyak hal yang saya tanyakan. Juga menyampaikan aspirasi dari masyarakat yang saya dapat saat reses.

Saya bertanya soal Geopark Ciletuh, Sukabumi yang sudah diakui oleh UNESCO dan menjadi ikon wisata. Keindahan alamnya lengkap meliputi GURILAP (Gunung, lembah, rimba, laut dan pantai). Pemerintah Provinsi Jawa Barat sendiri sudah melakukan upaya untuk mengangkat ikon ini. Caranya dengan mengalokasikan anggaran untuk infrastruktur menuju lokasi Ciletuh sekitar Rp 600 M, namun masih belum mencukupi.

Saya mengusulkan, perlu kegiatan yang dilakukan oleh Kementerian PUPR, antara lain melanjutkan pembangunan Tol BOCIMI dan infrastruktur jalan menuju Ciletuh.

Saya juga mengusulkan pengembangan Bandara Kertajati, Majalengka. Kementerian terkait harus mendukungnya dengan membangun infrastruktur penunjang menuju bandara, seperti penyelesaian Tol Cisumdawu.

Saya mengapresiasi adanya kegiatan pengamanan pesisir pantura. Tapi saya meminta disertakan kegiatan untuk mengatasi pengikisan pantai di daerah Cemarajaya Karawang. Daerah ini seringkali terkena dampak air rob.

Saya sampaikan juga, Pemerintah Kabupaten Karawang sudah menyiapkan lahan untuk relokasi rumah warga terdampak. Namun dari 300 unit kebutuhan relokasi, baru 100 unit yang teranggarkan. Mohon kiranya Kementerian PUPR bisa mengalokasikan untuk 200 rumah lainnya. Baik melalui BSPS maupun berupa rusunami/rusunawa.

Masih di Karawang, saya juga informasikan tentang Karangligar. Jika turun hujan beberapa saat saja, daerah ini banjir dan bisa berbulan-bulan lamanya. Saya minta kepada Pak Menteri untuk membuat bendungan di hulu Sungai Cibeet.

Saya pun bertanya tentang rencana pembuatan Food Estate. Mohon dipertimbangkan daerah-daerah yang selama ini sudah menjadi lumbung padi nasional, seperti Karawang dan Bekasi.

Saya sampaikan juga persoalan di lapangan yang perlu mendapatkan perhatian dari Pak Menteri PUPR. Terkait perbaikan infrastruktur pertanian seperti irigas dan jalan penghubung Desa.

Disamping itu, mohon political Will dari Dirjen PSDA terkait pediaan pasokan air untuk pertanian. Dalam reses kemarin, saya mendapat keluhan dari para petani di Majalaya Karawang. Mereka begitu sulit mendapatkan air. Hingga mereka patah arang dan menawarkan kepada pemerintah, jika tidak bisa menyiapkan air untuk pertanian, beli saja lahan-lahan mereka untuk lahan perumahan. Ini tentu sangat miris terkait dengan semangat untuk membuat Food estate.

Terkait sekolah vokasi di Kemenhub maupun di PUPR. Selain ASN, mohon juga kesempatan untuk anak-anak muda yang memang memiliki kemampuan dan minat. Disamping itu, melibatkan SDM dari berbagai daerah, sebagaimana PELATIHAN MASYARAKAT yang dilakukan oleh Kemendes PDTT.

Terakhir, untuk Kemendes PDTT. Mohon BUMDES dioptimalisasikan sehingga perlu ada tambahan alokasi anggaran untuk BUMDES.

Kita kawal terus aspirasi ini. Semoga Salah berikan kemudahan. Aamiin.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan