Calon Wali Kota Dan Wakil Wali Kota Depok Di Pilkada 2020, Siapa Sih Pradi-Afifah?

  • Whatsapp
banner 468x60

LINGKAR INDONESIA – Di Pilkada Serentak 2020 ini, Pradi Supriatna dan Afifah Alia menjadi bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok. Pradi-Afifah diusung Partai Gerindra dan PDI Perjuangan untuk bertarung pada Pemilihan Umum yang akan dilangsungkan pada Desember nanti.

Lalu, siapakah Pradi dan Afifah?

Bacaan Lainnya

banner 300250

Pradi Supriatna
Pradi merupakan Wakil Wali Kota Depok saat ini. Ia juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Depok sejak 2010 silam.

Pada Pilkada Depok 2015, Pradi berpasangan dengan Mohammad Idris, diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Gerindra.

Mereka menang pada Pilkada lima tahun lalu, mengalahkan pasangan Dimas Oky Nugroho-Babai Suhaimi yang diusung PDI-P dan Golkar.

Pradi pun menjabat sebagai Wakil Wali Kota Depok sejak 17 Februari 2016 mendampingi Idris yang dilantik menjadi Wali Kota. Pada pilkada Depok tahun ini, Pradi “naik kelas” dan diusung menjadi calon Wali Kota.

Dilansir dari situs web kap.depok.go.id, selain politikus, Pradi juga merupakan seorang pengusaha. Ia mulai berkarier sebagai wirausaha sejak lulus SMA. Pria kelahiran 9 Oktober 1970 itu lahir dan besar di Kota Depok.

Sebelum menjadi Wakil Wali Kota, Pradi menjabat pimpinan Umum PT. Aksara Depok Makmur (Penerbit Harian Monitor Depok) periode 2008-2015.

Selain itu, sejak 2009 hingga kini, ia berstatus sebagai komisaris CV Pradi Perkasa Law & Firm.

Pradi diusung menjadi calon Wali Kota Depok setelah mengikuti penjaringan di internal Partai Gerindra.

“Saya sebagai pengurus Partai dan Ketua DPC Partai di Depok tentunya sangat memahami. Kami ikuti dari mulai penjaringan sejak Oktober sampai Januari, ada beberapa nama yang terdaftar dan kami ikuti prosedur itu termasuk saya pribadi,” ujar Pradi kepada awak media belum lama ini.

Afifah Alia
Afifah merupakan kader PDI Perjuangan. Sebelum diusung menjadi Calon Wakil Wali Kota Depok, Afifah pernah mengikuti Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 lalu.

Ia menjadi calon anggota DPR RI dari PDI-P di daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat IX, yakni Kabupaten Sumedang, Majalengka, dan Subang.

Namun, wanita kelahiran Subang, 16 November 1975 itu gagal melenggang ke Senayan.

Seperti halnya Pradi, Afifah juga merupakan seorang pengusaha.

Disamping itu, latar belakang Afifah sebagai pebisnis dianggap bakal memuluskan langkah kedua Partai dalam Pilkada Kota Depok 2020 serta dalam Kepemerintahan kelak.

Afifah sendiri mengaku tak pernah melobi Partainya guna mengusungnya dalam kontestasi.

Ia mengklaim, diusungnya ia berpasangan dengan Pradi murni keputusan Partai.

“Pertama, saya tidak pernah melakukan lobi-lobi politik dan menemui petinggi Partai untuk mendapatkan rekomendasi ini,” kata Afifah kepada awak media belum lama ini.

Afifah berujar, ia masuk dalam penjaringan bakal Calon usungan PDI-P di Pilkada Depok 2020 bukan atas kemauannya sendiri, melainkan diminta oleh partai pada awal 2020 lalu.

Sejak itu, ia konsisten mengikuti proses penjaringan, mulai dari tingkat kota di DPC, tingkat provinsi di Dewan Pimpinan Daerah, hingga ke tingkat pusat di DPP.

“Jadi sekali lagi menurut saya ini adalah amanah yang tidak perlu kita lobi. Ini amanat berat yang diberikan, apalagi kalau kita menang, itu lebih berat karena kita harus mengayomi semua warga Depok,” ucap Afifah

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan