Bulan Bung Karno Ke-121 dan Bulan Kemerdekaan

MLI – Tidak terasa sudah bangsa Indonesia ditinggalkan para pejuang bangsa dan tokoh-tokoh revolusioner penggerak kemerdekaan Indonesia. 121 Tahun Presiden pertama terlahir, sebagai sujud syukur atas bangsa yang memiliki tokoh kemerdekaan 1945 di mana Proklamasi Indonesia dikumandangkan menjadi Negara Republik Indonesia atas penjajahan Belanda dan Jepang yang begitu panjang.

Kali ini dengan tema 121 tahun bulan Bung Karno dan menuju bulan Kemerdekaan 17 Agustus 2022 DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi gelar “Pameran Lukisan Realis” bertempat di Museum Gedung juang Tambun Selatan. 03/07/2022.

Bacaan Lainnya

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi, Soleman.,SE menerangkan bahwa, “Agenda 121 memperingati bulan Bung Karno adalah bentuk penghormatan kami kepada Presiden pertama RI dengan semangat pergerakan pemuda, tokoh agama, dan laskar-laskar Indonesia mampu melawan penjajahan atas bangsa hingga tercipta kemerdekaan Indonesia dikumandangkan”. Itu yang harus diketahui bahwa Bung Karno sebuah anugrah yang diciptakan Tuhan untuk bangsa Indonesia. Maka tidak lupa saya secara pribadi berterimakasih kepada Ibu Rieke Diah Pitaloka yang turut hadir dalam membuka acara kami. Selanjutnya Dewan DPRD Kabupaten Bekasi Fraksi PDI Perjuangan, PAC se- Kabupaten Bekasi, dan Ranting se Kabupaten Bekasi. Pungkas Soleman.

Dalam acara memperingati Bulan Bung Karno selama 4 hari kami dengan pengurus DPC menggelar pameran lukisan dan dibuka untuk umum. Kenapa kami semua menggelar pameran lukisan karena seni lukis ada makna perjuangan dan sebagai gambaran kehidupan yang nyata tentunya seni adalah alat pergerakan dan kemerdekaan. Pungkasnya

Kaitan dengan bulan kemerdekaan, DPC PDI Perjuangan menyebutkan acara pameran lukisan sebagai rangkaian acara menuju HUT RI ke-77 Tahun merdeka dan kita persiapkan agenda-agenda kemerdekaan. Tutup Ketua DPC

Muhamad Fauzi Wakil Ketua DPC menambahkan “Sukarno membangun Indonesia tidak hanya struktur luar yang kasat mata, tetapi juga membangun manusia Indonesia, melalui seni yang memungkinkan dia untuk masuk ke sana,” ujar M.Fauzi

Kecintaan terhadap seni kemungkinan besar memang tengah mengalir dalam darah Soekarno. Selain datang dari kedua orang tuanya–pasangan Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai–faktor lingkungan pun turut membantunya dalam menumbuhkan rasa cintanya terhadap seni. Muhamad Fauzi menyebutkan, “Kemungkinan Faktor Genetik Darah Seniman”.

“Soekarno bisa disebut sebagai kolektor (lukisan) terbesar di Indonesia, sampai saat ini belum ada tandingannya. Kalau dilihat dari segi jumlahnya, itu koleksinya tidak ada pribadi berkuasa yang sebanyak Soekarno”.

Saat ini Sekretariat Negara memiliki 16 ribu koleksi seni senilai Rp1,2 triliun. Mayoritas koleksi yang tersimpan di empat istana negara itu merupakan warisan masa kepemimpinan Bung Karno.

Kini lukisan koleksi Soekarno yang rata-rata menjadi koleksi Istana Republik Indonesia dapat dinikmati oleh masyarakat umum. Setiap Agustus, bertepatan dengan peringatan Kemerdekaan RI, beberapa koleksi lukisan Istana RI diboyong ke Galeri Nasional.

Menuju bulan Kemerdekaan saya bersama rekan-rekan seperjuangan Partai akan terus berjuang bersama rakyat khususnya di Kabupaten Bekasi untuk ciptakan perubahan sebaik-baiknya. Tentunya dengan semangat pergerakan partai, membumikan Pancasila dan ajaran-ajaran bung Karno.

Terimakasih kepada Ibu Rieke Diah Pitaloka, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi Bang Soleman, Seluruh Dewan DPRD Kabupaten Bekasi Fraksi PDI Perjuangan, PAC se-Kabupaten Bekasi, Ranting dan masyarakat Kabupaten Bekasi yang selalu setia untuk partai dan semangat perjuangan. Semoga kita tetap solid untuk membangun peradaban Indonesia menjadi merdeka seutuhnya. Merdeka !!!…
Tutup M.fauzi. (GZ)

Tinggalkan Balasan