Brigade BAS Bekasi Raya Mengecam dan Mengutuk Keras Kasus Bermodus Janji Kerja Menjadi TKK

MEDIA LINGKAR INDONESIA – Brigade Anak Serdadu (BAS) Bekasi Raya mengecam dan mengutuk keras kasus dugaan penipuan bermodus janji kerja di Pemerintah Kota Bekasi dan RSUD Kota Bekasi, Jawa Barat yang dilakukan oleh oknum yang mengaku kerabat dan teman dekat Wali Kota Bekasi, Rahmat efendi.

Sekretaris BAS Bekasi Raya, Agung Ragil berharap agar pihak Kepolisian Kota Bekasi segera menindaklanjuti dugaan penipuan yang tengah diselidiki sampai ke akar-akarnya hingga tuntas dan memberikan hukuman seberat-beratnya kepada oknum pejabat yang terlibat sesuai Aturan Hukum.

Bacaan Lainnya

Agung Ragil menjelaskan, sesuai informasi yang saya dapat bahwa korban Muhammad Septiadi (28), warga Perumnas III, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur telah melaporkan saudara Rivan Ade Bustaman yang mengaku orang terdekatnya Rahmat Effendi (Wali Kota Bekasi yang akrab disapa Bang Pepen – red) itu di Bulan Februari 2021 ke Polres Metro Bekasi Kota dimana Rivan ade Bustaman di janjikan kerja di RSUD Kota Bekasi dan membayar uang sebesar Rp 30 Juta namun hingga saat ini belum juga masuk kerja.

Ragil menegaskan kasus yang menimpa Rivan Ade Bustaman agar segera diperiksa oleh Pihak Tim Penyidik Polres Metro Kota Bekasi dan jika tidak juga diindahkan oleh Pejabat terkait maka BRIGADE ANAK SERDADU BEKASI RAYA akan mengadakan aksi unjuk rasa menuntut agar dugaan kasus penipuan ini dapat terselesaikan hingga tuntas sampai ke akar-akarnya.

“Korban dari perbuatan Rivan Ade Bustaman itu ada sepuluh Orang, dan mereka semua telah melaporkan Rivan Ade Bustaman ke Polres Metro Kota Bekasi. Salah satu bukti LPnya tertuang dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan/Pengaduan Nomor: LP/577/K/II/2021/SPKT/Restro Bekasi Kota tertanggal 22 Februari 2021. Untuk itu, pihak Tim Penyidik kami minta agar lebih sigap dan serius didalam menangani kasus ini,” papar Agung Ragil, Senin (2/8/2021).

Seperti yang diketahui, dalam kasus ini dari laporan korban (pelapor) mengaku telah menyerahkan uang sebesar Rp 30 juta yang diminta terduga pelaku dengan iming-iming dijanjikan pekerjaan Tenaga Kerja Kontrak (TKK).Namun, hingga waktu yang dijanjikan korban tidak kunjung diberikan kepastian kapan dapat bekerja menjadi TKK di Pemkot Bekasi dan juga di RSUD Kota Bekasi sedangkan uang sudah diberikan dan tak kunjung dikembalikan.(AL)

Tinggalkan Balasan