Blunder Kedatangan Presiden Ke Kota Bekasi, Pengamat: Wali Kota Harus Copot Sekda

  • Whatsapp
banner 468x60

MEDIA LINGKAR INDONESIA – Sahat P. Rikky Tambunan, Pengamat Kebijakan Publik sekaligus Wakil Ketua Kadin Kota Bekasi dengan tegas mengatakan bahwa berbicara blunder soal kedatangan Kepala Negara, Presiden Jokowi ke Kota Bekasi baru-baru ini seakan menuai polemik.

“Kabarnya setingkat Kasie dibagian kehumasan akan diganti, dimutasi?
Kedatangan Kepala Negara ke Bekasi seyogianya mau meninjau persiapan New Normal, bukan mau melakukan pembukaan Mall Sumarecon Kota Bekasi seperti keterangan Humas Pemkot Kota Bekasi?
Akibat pernyataan nyeleneh tersebut, Kepala Negara jadi bulan-bulanan di media sosial, seakan Kepala Negara lebih mementingkan Summarecon ketimbang ancaman pendemi Covid-9,” tegas Rikky Tambunan kepada medialingkar.com, Sabtu (30/5/2020).

Bacaan Lainnya

banner 300250

Rikky menjelaskan, Kompas TV pun membahasnya, pengamat menilai Presiden seakan dijerumuskan?

“Tak sepantasnya Kepala Negara kesana, harusnya tim dulu, begitu pengamat beralasan di Kompas TV. Entah kenapa, secara tiba-tiba Walikota Bekasi, DR. Rahmat Effendi minta maaf, ada mis komunikasi penyampaian dari Humas, katanya. Sembari menyalah-nyalahkan bawahannya. Rahmat yang bertitel Doktor tersebut, menstir bahwa Jokowi bukan mau buka Mall Summarecon, Presiden mau meninjau persiapan New Normal, katanya tanpa dosa,” ungkapnya.

Rahmat yang akrab disapa Pepen itu, sambung Rikky, seakan tidak tahu Kepala Negara telah dipermalukan, dihajar sana-sini, seakan Presiden tidak berempati soal pendemi yang mendera Indonesia?

“Kepala Negara seakan lebih mementingkan dunia usaha, dalam hal ini Summarecon. Lantas kita harus menyalahkan siapa?
Nasi sudah jadi bubur, Kepala Negara sudah dipermalukan? Sepengetahuan saya acara Kepala Negara itu sudah punya standart SOP. Setahu saya begitu, dirancang dengan baik, dipersiapkan dengan baik, tidak bisa mis komunikasi, apalagi soal thema kunjungan.
Setneg telah mengaturnya dengan baik, minimal 2 hari sebelum kedatangan Kepala Negara. Termasuk standart pengamanan sang Presiden. Siapa saja yang bisa berjalan bersama Presiden. Itu pasti telah diatur Paspampres,” terangnya.

Lantas, kata Rikky, engga bisa tiba-tiba, saya atau siapapun nongol disamping Presiden. Nah kembali ke soal thema, membuka Mall atau meninjau New Normal pun, saya pastikan judul kegiatannya pun sudah jelas?

“Sekretariat Negara saya pastikan tidak salah atas judul kunjungan Presiden. Pertanyaan kok Humas Pemerintah Kota Bekasi bisa salah penyampaian? Atau memang sedang melintir? Dibawah alam sadar pun saya akan tahu ini kegiatan Kepala Negara, orang nomor satu di Republik ini. Tidak mungkin seorang Walikota atau minimal Sekretaris Daerah tidak mengetahuinya. Saya yakini, minimal Sekda menyetujui isi penyampaian itu. Tidak mungkin tidak, karena ini kelas Kepala Negara, bukan kelas RT, lho?,” terangnya seraya bertanya.

Atau, lanjut Rikky, ada yang bermain dengan tujuan mau mempermalukan Walikota. Sehingga harus memaksa Walikotanya meminta maaf. Nah siapa yang bermain ini?

“Kalo saya Walikota ya saya akan Copot Sekretaris Daerah (Sekda) karena dia yang bertanggungjawab atas lembaga Humas? Termasuk perangkat Humas lainnya. Pertanyaan, beranikah Walikota mencopot Sekda? Karena, Sekda anak guru politik Rahmat Effendi? Tapi apapun namanya, tindakan apapun yang mesti dilakukan Walikota, blunder yang dilakukan Pemkot Bekasi telah mempermalukan Presiden,” tegasnya.

(Yudhi)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan