Banyak Pejabat Pemkot Bekasi Terpapar Covid-19, Ketua Gugus Tugas Dinilai Kurang Peduli Terhadap Anak Buahnya?

  • Whatsapp
banner 468x60

MEDIA LINGKAR INDONESIA – Banyaknya pejabat Pemerintah Kota Bekasi dan keluarganya berjatuhan dampak positif terpapar Covid-19, dinilai belum ada upaya extra dalam pananganan yang dilakukan oleh Walikota Bekasi guna memutus mata rantai penyebaran wabah yang terjadi dimasing-masing OPD yang pejabatnya dinyatakan positif Covid-19.

“Wabah Pandemi Covid-19 perlu penanganan yang ekstra, namun sayang Walikota Bang Pepen selaku Ketua Gugus Tugas penanganan terhadap pasien maupun lingkungan kerjanya tidak ada tindakan ekstra,” ujar Hasan Basri, Aktivis Mahamuda Bekasi yang juga sebagai Pengamat masalah-masalah Sosial di Kota Bekasi kepada medialingkar.com, Rabu (15/7/2020).

Bacaan Lainnya

banner 300250

Padahal menurut dia, seharusnya setiap ada anak buahnya yang terkena wabah virus Corona Walikota Bekasi melakukan tindakan ekstra, baik terhadap keluarga pasien maupun pada lingkungn kerja pasien.

“Namun faktanya, penanganannya hanya sebatas swab, tracking dan menyuruh isolasi. Jadi sepintas seperti kurang peduli terhadap anak buahnya,” tegas Hasan.

Mengingat Covid-19 adalah wabah yang sangat serius, Hasan menegaskan bahwa penanganannya harus extra ordinary atau cara yang sangat luar biasa.

“Lihat cara berfikir ekstra ordinary yang dilakukan oleh Kapolsek Tambun dalam mengantisipasi wabah agar tidak menyebar, kantornya diisolasi dan pelayanan dihentikan,” ucapnya.

Selain cara berfikir yang luar biasa dilakukan Kapolsek Tambun, Hasan juga menyarankan agar Walikota Bekasi juga bisa mencontoh Gubernur Anies Baswedan, ketika satu orang pedagang di Pasar Pramuka terkena Covid-19, Gubenur DKI tersebut menutup aktifitas ekonomi.

“Ini masalah kesehatan dan kemanusian, saya lihat aktifitas pegawai semuanya bekerja, begitu juga di OPD yang ada pejabatnya terkena Covid-19, namun anehnya para pegawai masih diwajibkan masuk dan Walikota tidak menghentikan aktifitas di OPD yang menjadi cluster Covid-19 tersebut,” tandasnya.

Terpisah, kepada awak media Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi yang juga selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19 membenarkan bahwa sejumlah jajaran pejabat Pemerintah Kota Bekasi positif Covid-19.

Dalam pesan singkatnya, Bang Pepen – sapaan akrab Rahmat Effendi mengatakan, kalau saat ini Kepala Inspektorat Kota Bekasi, Widodo Indridjiantoro sebelumnya positif dan saat ini sudah dilakukan isolasi mandiri dalam masa penyembuhan.

Rahmat mengatakan, saat ini yang masih positif di antaranya Kepala Badan Penanaman Modal, Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP), Lintong Ambarita, Kepala Bagian Legislasi, Persidangan dan Protokol (LPP) Sekretariat DPRD Kota Bekasi, Lusiana, Staf Ahli Pemkot Bekasi, Hanan Taria dan Sofie, Irban Idko Kota Bekasi.

“Saat ini semuanya masih dalam proses penyembuhan semoga Minggu depan sudah sembuh dan kembali beraktifitas untuk melayani masyarakat,” tegasnya.

Rahmat Effendi juga berharap seluruh masyarakat dan para Pamong di Pemkot Bekasi tetap menjaga Protokol Kesehatan. Hal ini mengingat Covid-19 tidak mengenal status sosial seseorang.

“Covid-19 ini tidak mengenal pejabat, sehingga diharapkan untuk seluruh masyarakat hati-hati dan jaga Protokol Kesehatan,” imbuhnya.

Saat ini, Kota Bekasi masuk dalam tahapan New Normal, bukan berarti melupakan Protokol Kesehatan. Maka seluruh kegiatan pelayanan dan bisnis di Kota Bekasi juga harus mentaati Protokoler Kesehatan.

“Iya itu makanya harus jaga kebersihan tubuh, rajin cuci tangan dan selalu menggunakan masker,” imbuhnya.

(YD)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan