Abu Bakar Ba’asyir Bebas, Keluarga Takkan Gelar Penyambutan

  • Whatsapp

LINGKAR INDONESIA – Rencananya, pada jumat ini (8/1), Abu Bakar Ba’asyir akan dibebaskan. Namun, demi menghindari kerumunan orang, pihak keluarga tidak akan melakukan acara seremonial penyambutan Abu Bakar Ba’asyir (ABB).

Anak dari ABB, Abdul Rahim Ba’asyir, mengatakan setelah dibebaskannya sang ayah dari Lapas Gunung Sindur, Bogor rencananya pihak keluarga akan langsung menuju Ngruki, Sukoharjo dengan menggunakan jalur darat. Ia menyebut, lantaran dalam suasana pandemi, maka pihaknya tak akan menggelar acara penyambutan.

Bacaan Lainnya

“Nggak ada persiapan apa-apa, karena memang kita enggak mau bikin acara penyambutan-penyambutan, ya sudah, biasa saja karena ini kan situasi lagi pandemi,” ujar Abdul, dikutip dari Kumparan News, Kamis (7/1/2020) malam.

Abdul mengatakan, ia beserta keluarga tidak ingin kebebasan Ayahnya membawa kemadharatan bagi masyarakat. Untuk itu, lanjut Abdul, ia pun akan mencegah ayahnya agar tidak bersalaman dengan orang lain. Hal itu menurutnya guna menjaga kesehatan sang ayah.

Meskipun begitu, lanjut Abdul, pihak keluarga tidak akan menampik kedatangan orang yang akan silaturahmi kepada ayahnya. Hanya saja, akan diberlakukan pembatasan-pembatasan tertentu. Penjemputan pun, ucap Abdul hanya dilakukan oleh keluarga didampingi pengacara.

“Kita juga nggak mau nanti kerumunan masyarakat, kita malah memadharatkan orang banyak. Kemudian di sisi lain, ya kita juga ingin menjaga kesehatan beliau (Abu Bakar Ba’asyir). Karena bahaya juga kalau beliau ketemu banyak orang, salaman dan sebagainya juga nanti,” ujarnya.

“Kalau pun nanti ada yang datang ke sini mungkin silaturahmi ya akan kami batasi, artinya ada bentuk-bentuk pembatasan nanti mungkin,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Khusus Kelas II A Gunung Sindur Bogor, Mujiarto, mengatakan institusinya akan berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme dan juga Densus 88 untuk memantau pergerakan Abu Bakar Ba’asyir usai bebas dari tahanan.

“Karena memang untuk kebijakan napi (narapidana) teroris keseluruhan, ada koordinasi dengan BNPT dan Densus 88, termasuk Abu Bakar Ba’asyir setelah bebas,” ujar Mujiarto, kemarin.

Untuk diketahui, Abu Bakar Ba’asyir merupakan pengasuh Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki di Jawa Tengah. Dia dinilai terbukti sah menggerakkan orang lain dalam menggunakan dana melakukan tindak terorisme.

Selain itu, Ba’asyir juga terbukti merencanakan dan menggalang dana untuk pembiayaan pelatihan militer di Aceh. Atas tindakannya tersebut, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memvonis ABB dengan kurungan selama 15 tahun.(Net)

Tinggalkan Balasan